Faktor-faktor yang mempengaruhi setiap komponen pendapatan nasional

Dalam setiap komponen pendapatan nasional suatu negara sangat dipengaruhi oleh dua faktor atau dua pihak, yaitu:
1.    Pihak pembeli atau konsumen, artinya pendapatan yang diterima oleh setiap konsumen dikeluarkan kembali untuk membeli barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau produsen. Pengeluaran untuk pembelian tersebut dinamakan pengeluaran konsumsi (C = Consumption), dan pendapatan yang tidak dikeluarkan untuk konsumsi dinamakan tabungan (S = Saving).
Dengan demikian, dapat dirumuskan bahwa: Y = C + S

2.    Pihak penjual atau produsen, artinya barang-barang yang dihasilkan oleh produsen terdiri dari barang-barang konsumsi atau Consumption (C) dan barang-barang modal atau Investasi (I). Barang modal yang dimaksud diantaranya adalah gedung, pabrik, jalan, alat angkut, mesin, barang konsumsi persediaan.
Dengan demikian, dari pihak produsen dapat dirumuskan bahwa: Y = C + I

Dari dua rumus tersebut dapat dianalisis bahwa:
Apabila nilai Y tetap, maka meningkatkan nilai C, berarti menurunnya nilai S sebesar kenaikan C. Apabila I meningkat dan C tetap, maka Y pasti nilainya naik, dengan demikian S nilainya juga meningkat, masing-masing sebesar kenaikan I. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besarnya I selalu diikuti oleh besarnya S. Jadi, besarnya S sama dengan besarnya I atau S = I.

Fungsi partai politik

Beberapa fungsi dari partai politik adalah sebagai berikut:
Sebagai sarana komunikasi
a.    Partai politik menyalurkan beberapa pendapat dan aspirasi masyarakat untuk mengurangi perbedaan pendapat yang disebut dengan interest aggregation (penggabungan kepentingan).
b.    Setelah digabung, pendapat dan aspirasi masyarakat tersebut diolah dan dirumuskan dalam bentuk yang teratur yang disebut dengan interest articulation (rumusan kepentingan).
c.    Tahap selanjutnya adalah memperjuangkan rumusan tersebut untuk dijadikan kebijakan umum (public policy).

Sebagai sarana sosialisasi politik
a.    Sosialisasi politik adalah proses seseorang dalam memperoleh sikap dan orientasi terhadap gejala politik.
b.    Cara partai politik dalam sosialisasi politik adalah sebagai berikut:
1.    memenangkan pemilihan umum supaya dapat menguasai pemerintahan.
2.    menempatkan kepentingan pribadi dibawah kepentingan nasional.

Sebagai sarana rekruitmen politik
a.    Yaitu untuk mencari dan mengajak orang-orang yang berbakat dalam bidang politik agar aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai.
b.    Ikut memperluas partisipasi politik melalui persuasi, kontak pribadi, dan mempersiapkan golongan muda menjadi kader politik supaya dapat menggantikan pimpinan yang lama.

Sebagai sarana pengatur konflik
Partai politik dapat berfungsi untuk mengatasi konflik-konflik yang muncul di dalam masyarakat dengan cara-cara yang demokratis.

Akibat dari pemanfaatan sumber daya alam yang tidak tepat

Akibat adanya pertumbuhan penduduk yang cepat disertai dengan pemanfaatan sumber daya alam secara tidak bertanggung jawab, maka banyak timbul masalah. Beberapa masalah kekayaan alam adalah sebagai berikut.
a.    Kehutanan
1.    berkurangnya hutan karena perluasan areal pertanian (perladangan), tempat tinggal, dan peternakan.
2.    terjadinya kebakaran hutan.
3.    meningkatnya kebutuhan kayu untuk perumahan dan industri.
4.    penebangan liar.

b.    Pertambangan
Berkurangnya jumlah barang tambang tanpa memikirkan kebutuhan masa depan, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk keperluan individu.

c.    Perairan
Adanya pembuangan sampah, limbah, atau bahan beracun berbahaya yang dilakukan dengan sengaja.

d.    Iklim
Terjadinya perubahan iklim sehingga menyebabkan kemarau panjang, musim hujan yang terus menerus, atau musim dingin yang terlalu lama.

Beberapa permasalahan mengenai pemanfaatan kekayaan alam adalah sebagai berikut.
a.    Terjadinya kemerosotan kemampuan sumber daya alam dan perusakan lingkungan fisik.
1.    peningkatan erosi
2.    pendangkalan sungai
3.    meluasnya kerusakan hutan
4.    meningkatnya jumlah lahan kritis

b.    Pencemaran lingkungan fisik
Peningkatan kegiatan produksi memiliki dampak positif maupun negatif. Perkembangan teknologi selain mampu menciptakan produk yang semakin baik, juga menghadirkan banyak zat kimia baru yang bersifat racun, akibatnya terjadi pencemaran lingkungan seperti:
1.    pencemaran tanah
2.    pencemaran air
3.    pencemaran suara
4.    pencemaran udara

Lokasi lingkungan alam dan demografi

Lokasi merupakan tempat di mana masyarakat itu tinggal, biasanya lokasi ditentukan oleh posisi garis lintang dan garis bujur serta lokasi secara administratif. Lokasi ini sangat penting untuk mengetahui letak, arah, jarak, dan keterjangkauan suatu tempat. Keterjangkauan ini dapat menentukan frekuensi hubungan dengan masyarakat lain. Bila suatu tempat relatif terisolasi oleh alam maka masyarakat tersebut cenderung mempunyai interaksi yang relatif rendah dengan masyarakat lain, sehingga kebudayaannya pun relatif murni. Letak berdasarkan garis lintang dapat mempengaruhi iklim, apakah iklim tropis, sedang, atau gurun. Keadaan iklim ini dapat mempengaruhi keadaan tumbuhan dan hewan yang hidup di sana. Sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi, bentuk rumah, jenis makanan yang dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok dan perlengkapan rumah tangga lainnya.

Teori Inflasi: Teori Strukturalis

Teori strukturalis adalah teori inflasi jangka panjang, karena menyoroti sebab-sebab inflasi yang berasal dari kekakuan (infleksibilitas) struktur ekonomi suatu negara. Menurut teori ini ada 2 infleksibilitas utama dalam perekonomian negara sedang berkembang yang dapat menimbulkan inflasi, yaitu: infleksibilitas suplai bahan makanan dan barang-barang ekspor. Karena sebab-sebab struktural, perubahan atau pertambahan produksi barang-barang ini terlalu lambat dibanding dengan pertumbuhan kebutuhannya, sehingga menaikkan harga bahan makanan dan kelangkaan devisa. Akibat selanjutnya adalah kenaikan harga-harga barang lain, sehingga terjadi inflasi. Inflasi seperti ini tidak bisa diobati hanya dengan mengurangi jumlah uang yang beredar, tetapi harus diobati dengan pembangunan sektor bahan makanan dan ekspornya.

Teori Inflasi: Teori Kuantitas

Teori kuantitas adalah suatu teori yang mengemukakan bahwa terjadinya inflasi sebenarnya hanya disebabkan oleh satu faktor, yaitu kenaikan jumlah uang yang beredar.
Inti dari teori ini adalah sebagai berikut:
a.    Inflasi hanya bisa terjadi kalau ada penambahan volume uang yang beredar (penambahan uang kartal atau penambahan uang giral).
b.    Laju inflasi ditentukan oleh laju pertambahan jumlah uang yang beredar dan oleh psikologi (harapan) masyarakat mengenai kenaikan harga di masa yang akan datang.

Kelemahan teori kuantitas adalah sebagai berikut:
a.    Bahwa dalam kenyataannya, perubahan jumlah uang yang beredar tidak secara langsung menaikkan “money spending” atau penggunaan uang.
b.    Kecepatan laju peredaran uang tidak bersifat stabil dalam masyarakat modern. Karena dalam masyarakat modern, uang merupakan alat pembayaran, penimbun kekayaan, sehingga jika ada kelebihan uang akan digunakan untuk menambah kas, menambah tabungan bank, menambah pembelian surat berharga dan menambah pembelian barang atau jasa.

Teori Inflasi: Teori Keynes

Teori Keynes mengenai inflasi didasarkan pada teori makronya. Menurut teori Keynes, inflasi terjadi karena suatu masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuan ekonominya. Keadaan seperti ini ditandai dengan permintaan masyarakat akan barang-barang melebihi jumlah barang-barang yang tersedia, sehingga menimbulkan “inflationary gap”. Selama “inflationary gap” tetap ada, selama itu pula proses inflasi akan berkelanjutan.

Keynes tidak sependapat dengan pandangan dari teori kuantitas bahwa kenaikan jumlah uang yang beredar akan menimbulkan kenaikan tingkat harga, dan bahwa perubahan dalam jumlah uang yang beredar tidak akan menimbulkan peningkatan pendapatan nasional. Selanjutnya Keynes berpendapat bahwa kenaikan harga tidak hanya ditentukan oleh kenaikan jumlah uang yang beredar saja, tetapi juga ditentukan oleh kenaikan ongkos produksi.